Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama Jenisnya

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama Jenisnya

Pernah mendapatkan perilaku ofensif dari sesama perempuan?

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama Jenisnya – Dalam dunia yang diciptakan oleh laki-laki, setiap perempuan harus saling mendukung dan memberdayakan satu sama lain. Misalnya, dalam karier. Saat ini perempuan memang memiliki kesempatan untuk berkarier dan berpartisipasi di ruang publik, namun kesempatan tersebut nyatanya masih direduksi oleh beberapa faktor. BERKAH POKER

Perempuan kerap mendapatkan mansplaining dari rekan kerjanya. Perempuan dianggap tidak mengerti apa-apa hanya karena ia adalah perempuan. Hal-hal seperti inilah yang mengharuskan setiap perempuan saling mendukung dan saling memberdayakan. Namun faktanya, sesama perempuan masih kerap bersikap ofensif dan saling ‘menyerang’.

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama Jenisnya

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama JenisnyaContoh nyatanya adalah ketika kita menemukan kasus-kasus pelecehan seksual yang menjadikan perempuan sebagai korban. Ada perempuan yang berempati dengan korban, dan ada yang justru menyalahkannya.

Sikap ‘menyerang’ semacam ini disebut dengan Sindrom Ratu Lebah atau Queen Bee Syndrome. Perempuan yang memiliki Sindrom Ratu Lebah akan merasa tersaingi oleh perempuan lain dalam berbagai hal. Seperti karier, kecerdasan, bentuk fisik, dan perhatian dari lawan jenis.

Psikolog di Emmanuel College di Amerika, Joyce F Benenson, mengatakan bahwa Sindrom Ratu Lebah terbentuk akibar evolusi. Perempuan lebih selektif dibandingkan laki-laki dan tidak terbiasa membentuk kelompok dalam jumlah besar.

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama JenisnyaMenurut Benenson, perempuan terbiasa bersaing secara ketat untuk menarik perhatian lawan jenis dan juga bersaing untuk mendapatkan makanan demi anak-anak mereka. “Benar-benar negatif. Ini sulit, tetapi saya berusaha objektif, (padahal) saya ingin mereka (perempuan) berlaku lebih baik,” kata Benenson seperti dikutip dari Istana.vip

Pendapat Benenson mengenai Sindrom Ratu Lebah diperkuat oleh lima studi yang dilakukannya. Salah satu studi mencatat bahwa perempuan cenderung melaporkan pengucilan dibanding laki-laki. Hanya 5% perempuan yang mengaku tidak pernah dikucilkan, sedangkan laki-laki 30%.

Seth Meyers, Psikolog Klinis Amerika, mengatakan hal yang serupa, yakni sebagian besar perempuan pernah mendapatkan perundungan atau pengucilan. Perempuan pun memiliki kecemasan lebih besar terhadap penampilan dibandingkan laki-laki.

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama JenisnyaMargaret Thatcher adalah contoh nyata dari “Si Ratu Lebah”. Sejak ia menjabat sebagai perdana menteri perempuan pertama di Inggris, Thatcher tidak pernah mempromosikan dan mendukung karier perempuan lain di kabinetnya.

Tindakan-tindakan dari pemilik Sindrom Ratu Lebah ini sebenarnya dilakukan untuk membela diri dengan cara menjatuhkan perempuan lain. Dengan demikian, kekurangan sang Ratu Lebah seakan tertutup karena ia menunjukkan celah dari perempuan yang ia jatuhkan.

Arti Dari Queen Bee Syndrome Perempuan Yang Menyerang Sesama JenisnyaSeorang profesor dari Universitas Utrecht di Belanda, Naomi Ellemers mengungkap adanya fenomena lain di balik Sindrom Ratu Lebah.

Menurut Ellemers, laki-laki turut bertanggungjawab dalam melanggengkan prilaku Ratu Lebah.Dalam istilah Ratu Lebah, perempuan diposisikan sebagai akar masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs Agen Poker Terpercaya (BERKAH POKER) © 2018 Frontier Theme