Sosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumen

Sosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumen

Sosoknya dianggap misterius dan tertutup

Kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur bukanlah kasus yang sekali dua kali kita dengar. Kasus demikian kerap terjadi bahkan tidak jarang melibatkan pihak institusi atau lembaga pendidikan sebagai pelaku. BERKAH POKER

Baru-baru ini, kasus pencabulan anak di bawah umur kembali tersiar dari Kebumen, Jawa Tengah. Kasus pencabulan ini kembali melibatkan lembaga pendidikan yang memakan murid-muridnya sebagai korban

Sosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumen

1.Padepokan Kanjeng Sultan yang misterius

Sosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumenSosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumen – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kebumen masih melakukan proses atas dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur yang oleh HS (53). Tersangka HS dikenal juga dengan nama Kanjeng Sultan. Ia adalah seorang warga Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen.

Bagi warga Desa Tepakyang, penangkapan HS ini bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab, padepokan tempat HS mengajar selama ini dianggap misterius oleh warga dan akhirnya kini misteri yang menutupi padepokan tersebut mulai terungkap.

Warga sebelumnya tidak pernah mengetahui kegiatan yang berlangsung di padepokan tersebut. Padepokan ini sebenarnya diklaim oleh sang pemilik sebagai pondok pesantren, namun berbeda dengan pondok pesantren yang biasanya terbuka dengan masyarakat sekitar, padepokan Kanjeng Sultan justru sangat tertutup.

Sesekali terdengar lantunan shalawat dari dalam padepokan yang bangunannya dibatasi oleh pagar yang tinggi. Padepokan tersebut memanfaatkan wilayah yang cukup besar, dengan rumah utama yang juga berukuran besar.

Salukman, petugas Desa Tepakyang, mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui pasti pelajaran agama seperti apa yang dipelajari di padepokan Kanjeng Sultan. Santri yang ‘mondok’ di padepokan tersebut pun mayoritas dari luar Desa Tepakyang.

Para murid di padepokan milik HS, tersangka kasus pencabulan anak di bawah umur, terdiri dari murid perempuan dan laki-laki. Namun, jumlah murid perempuan lebih banyak dibandingkan murid laki-laki

2.Siapakah Kanjeng Sultan?

Sosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumenWarga hanya mengenal sosok HS sebagai Kiai Syawal. Warga tidak mengenal pribadi HS, tidak mengenal asal-usulnya, sebab ia adalah sosok yang dianggap sangat tertutup dan misterius.

Salukman mengaku bahwa ia mengetahui beberapa dari murid perempuan di padepokan yang telah diperistri oleh HS. Jumlahnya enam orang. Namun, menurut Salukman, semua murid perempuan HS hanya dinikah siri. HS hanya memiliki satu orang istri yang sah tercatat dalam Kartu Keluarganya.

Salukman pun mendapat informasi bahwa beberapa istri HS tersebut masih ada yang berusia remaja. Oleh sebab itu, Salukman tidak heran jika HS ditangkap karena dugaan kasus pencabulan anak di bawah umur.

“Istrinya lima atau enam orang. Anaknya 19, yang paling besar sekolah Madrasah Aliyah,” jelas Salukman, dikutip dari Liputan6 pada Rabu (10/1/2019).

3.Kontroversi sosok Kanjeng Sultan

Sosok Sultan Yang selama Ini Ditutupi Atas Pencabulan Anak DiKebumenWarga memang mengenal HS sebagai ‘orang pintar’. HS sempat mondok di beberapa pondok pesantren dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Meski demikian, warga enggan menyebut HS dengan sebutan kiai. Warga lebih menggap HS sebagai paranormal.

Sebelumnya, HS ditangkap kepolisian setempat karena dugaan mencabuli anak gadis berusia 17 tahun asal Kecamatan Klirong pada 6 Januari 2019. Kepolisian masih memproses kasus ini guna membuka kemungkinan adanya korban-korban lain.

AKP Suparno, Juru Bicara Polres Kebumen, mengatakan bahwa saat ini pihaknya baru mengetahui ada satu korban. Tidak menutup kemungkinan bahwa masih akan ada korban-korban lainnya yang belum terungkap.

Berdasarkan pengakuan HS, sebutan Kanjeng Sultan ia peroleh dari makhluk gaib saat ia mengobati pasien yang kesurupan. Setiap HS mengobati pasiennya yang kesurupan, HS mengaku selalu dipanggi Kanjeng Sultan oleh makhluk ghaib yang merasuki pasiennya tersebut.

HS mengaku bahwa dirinya adalah seorang paranormal, seorang dukun, yang mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tidak hanya itu, ia pun mengaku berprofesi sebagai makelar tanah dan makelar kendaraan bermotor untuk memberi nafkah pada anak dan istrinya.

Tidak sampai di situ, HS pun mengeklaim bahwa ia telah memiliki pengetahuan ilmu agama yang sudah mencapi tingkatan Marifat. Oleh sebab itu, menurut HS nyawanya bisa keluar dari tubuh sesuai kehendaknya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Situs Agen Poker Terpercaya (BERKAH POKER) © 2018 Frontier Theme